Kamis, 02 April 2020

Efek Penumpang Bus Jurusan Tegal - Purwokerto Pasca Pandemi Covid-19

Hikmat Tegal Purwokerto

     Sejak virus corona (covid 19) di tetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) di Kota Purwokerto dan Tegal, jumlah penumpang yang masuk ke terminal bus Bulupitu kota Purwokerto mengalami penurunan lebih dari 70%. Bahkan untuk kota Tegal semenjak statement Walikota Tegal melakukan lockdown pada hari senin tanggal 30 Maret 2020, penurunan penumpang lebih drastis lagi sampai lebih dari 90%. Walaupun pada akhirnya ‎Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono  mengganti istilah local lockdown menjadi isolasi wilayah terkait kebijakannya mencegah penyebaran virus corona.  Penggantian istilah dilakukan usai ada arahan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

    Penurunan penumpang terjadi secara bertahap, jumlah penumpang berkurang mulai terasa dari tanggal  13 maret 2020. Dari total armada jurusan Tegal - Purwokerto sebanyak 50 unit, perhari ini (Rabu, 2 April 2020) hanya beroperasi 16% saja yaitu sekitar 8 unit.


    Atas dasar hal tersebut sejak tanggal 26 Maret, P.O Hikmat telah memberhentikan operasional bus jurusan Tegal - Purwokerto ini sampai dengan waktu yang tidak di tentukan. Pemberhentian ini guna untuk mengurangi kerugian operasional dan penyebaran wabah Covid-19. Walau di setiap perbatasan daerah dilakukan cek kesehatan dengan cara cek suhu tubuh dan pemberian disinfektan dari dinas kesehatan di bantu oleh Dinas Perhubungan, hal tersebut dirasa tidak mencegah penularan penyakit sepenuhnya karena para penumpang yang sudah terjangkit ataupun belum terjangkit tidak bisa di ketahui pada saat tersebut.


   Owner tetap mengusahakan membantu kesejahteraan kru di bantu oleh DPC Organda Tegal yangmana melalui DPD Organda Jawa Tengah mengajukan aspirasi pengusaha angkutan, kernet dan supir angkutan ke Kementrian Perhubungan.


    Efek pandemi corona ini tidak hanya dirasakan oleh Supir dan Kernet bus saja, tapi keseluruhan yang mencangkup kegiatan usaha yang berhubungan dengan angkutan penumpang diantaranya para pedagang asongan dan pangkalan, warung di terminal, serta lainnya. Semoga saja ada titik terang dari pemerintah untuk membantu semuanya termasuk pemilik armada dan Kami berharap wabah ini segera berakhir agar semua khalayak dapat bekerja menghasilkan seperti sedia kala dan bangkit dari keterpurukan ekonomi pasca Covid-19 ini. Aamiin..

0 komentar:

Posting Komentar